Analisis Regresi 1
                                    Buatlah 2 Hipotesis Penelitian
Jawaban
1.      Hipotesis Deskriptif
 Pengertian Hipotesis Deskriptif adalah dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun di dalamnya bisa terdapat beberapa kategori. Hipotesis deskriptif ini merupakan salah satu dari macam-macam hipotesis.
      Contoh :
1.      Para remaja sekarang lebih memilih makanan yang mengandung kada lemak tinggi.

Rumusan masalah : Apakah Para Remaja suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi?

 Ha  : Para Remaja suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

 Ho  : Para Remaja tidak suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

2. Hipotesis Komparatif

Pengertian Hipotesis Komparatif adalah dugaan terhadap perbandingan nilai dua sampel atau lebih. Hipotesis komparatif merupakan salah satu dari macam macam hipotesis.

Contoh :

 1. Apakah ada perbedaaan naiknya pasien gizi sebelum dan sesudah ada berita gizi buruk?

Ho : Tidak terdapat perbedaan naiknya pasien gizi sebelum dan sesudah ada berita gizi   buruk

 Ha : Terdapat berbedaan naiknya pasien gizi sebelum dan sesudah ada berita gizi buruk.


3. Hipotesis Asosiatif

Pengertian Hipotesis Asosiatif adalah dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis asosiatif merupakan salah satu dari macam macam hipotesis.

Contoh :

1.      Adakah hubungan antara berat badan remaja dengan kebiasaan makan setiap hari?

Ho : Tidak terdapat hubungan berat badan remaja dan kebiasaan makan setiap hari.

Ha : Terdapat hubungan berat badan remaja dan kebiasaan makan setiap hari.

Analisis Regresi 2

Uji-t tidak berpasangan (independen)

No.1 halaman 13

Dibawah ini adalah berat badan bayi laki – laki usia 5 bulan (X1) dan pada usia 11 bulan (X2) (data fiktif). Hitung nilai rata – rata, variance, standard deviasi dan lakukan uji t dependen sample.

No
X1 (kg)
X2 (kg)
Beda
Deviasi
Kuadrat



D = X1 – X2
d = D –
deviasi = d2
1
4,5
5,6
-1.1
0.26
0.0676
2
4,7
5,9
-1.2
-1.2
1.44
3
4,6
6,2
-1.6
-1.6
2.56
4
4,8
6,2
-1.4
-1.4
1.96
5
4,9
5,9
-1
-1
1
6
4,8
5,8
-1
-1
1
7
4,5
6,2
-1.7
-1.7
2.89
8
4,7
6,4
-1.7
-1.7
2.89
9
4,9
6,3
-1.4
-1.4
1.96
10
4,6
6,1
-1.5
-1.5
2.25
Jumlah
47
60.6
-13.6
-12.24
18.0176
Rerata
4.7
6.06



SD
0.149071
0.250333



Varians
0.022222
0.062667



Rerata D () = D/n = -1,36























a.     Asumsi : Data yang diuji adalah berpasangan (paired) yang diambil secara random dan distribusinya normal, masing – masing subjek independen dan varians nya di duga tidak berbeda ;
b.     Hipotesa : Ho : µ1= µ2 dan Ha : µ1 µ2
c.      Uji Statistik adalah uji t – berpasangan (paired t – test)
d.    Distribusi uji statistik : bila Ho diterima maka uji statistik dilakukan dengan derajat kebebasan = n – 1;
e.     Pengambilan keputusan : α = ,05 dan nilai kritis t ± 2,306
f.       Perhitungan statistik: kita hitung varians nilai D yaituKita ambil nilai mutlak yaitu -3,042
g.     Keputusan statistik: Karen terhitung = 3,042 > t-tabel, dk = 9, α = 0,05 = 2,262  kita berkeputusan untuk menolak hipotesa nol.
h.     Kesimpulan : ada perbedaan berat badan bayi laki – laki 5 bulan dan bayi laki – laki 11 bulan.
No.2 halaman 13
Data kadar trigliserida pria dewasa gemuk dan normal yang diukur dengan indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai berikut (data fiktif).

No
Gemuk
(Y)          
Normal (X)
Y-rerata
Y
X-rerataX
1
240
180
1
4
2
260
175
21
-1
3
230           
160
-9
-16
4
220
190
-19
14
5
260
180
21
4
6
250
175
11
-1
7
240
190
1
14
8
220
170
-19
-6
9
230
180
-9
4
10
240
160
1
-16
Jumlah
2390
1760
0
0
Rerata
239
176


SD
14.49
10.49
Varians
210
110
a.     Asumsi: Data yang di uji adalah data 2 kelompok independen yang diambil secara random dan distribusinya normal, masing-masing subjek independen dan variansnya diduga tidak berbeda;
b.     Hipotesa: Ho : µ1= µ2 dan Ha: µ1 µ2
c.      Uji statistic adalah uji t-independen
d.    Distribusi uji statistic: bila Ho diterima maka uji statistic dilakukan dengan derajat kebebasan =  n1+ n2 – 2;
e.     Pengambilan keputusan: α= .05 dan nilai kritis t ± 2.0484
f.       Keputusan statistic: karena t-hitung = 11.07 > t-tabel, dk=8, α=0.05 = 2.26216 kita berkeputusan untuk menolak hipotesa nol;
g.     Kesimpulan: ada perbedaan yang bermakna nilai atau ada perbedaan yang bermakna rerata kadar trigliserida pria dewasa gemuk dan normal yang diukur dengan IMT.   213.5
h.     Perhitungan statistic

No.4 halaman 14

Kita ingin membuktikan perbedaan kadar glukosa darah mahasiswa sebelum dan sesudah sarapan pagi.
Jawab :
Subjek
Sebelum
X1
Sesudah
X2
Beda    
D= X1-X2
Deviasi d=D-D
Kuadrat deviasi = d2
1
115
121
-6
-0,1
0,01
2
118
119
-1
4,9
24,01
3
120
122
-2
3,9
15,21
4
119
122
-3
2,9
8,41
5
116
123
-7
-1,1
1,21
6
115
123
-8
-2,1
4,41
7
116
124
-8
-2,1
4,41
8
115
120
-5
0,9
0,81
9
116
125
-9
-3,1
9,61






10
117
127
-10
-4,1
16,81
Jml
1167
1226
-59
0
84,9
Rerata D (D) = D/n = -5,9




a.        Asumsi : Data yang diuji adalah berpasangan (paired) yang diambil secara random dan  distribusinya normal, masing-masing subjek independen dan varians nya di duga tidak berbeda b.  Hipotesa: Ho : µ1= µ2 dan Ha: µ1= µ
c.     Uji statistik adalah uji t-berpasangan (paired t-test)
d.   Distribusi uji statistik: bila Ho diterima maka uji statistik dilakukan dengan derajat kebebasan = n-1;
e.    Pengambilan keputusan: α = 0.05 dan nilai kritis t = 2,26
f.      Perhitungan statistik : kita hitung varians nilai D yaitu
g.    Keputusan statistik : karena thitung = 6,08 > ttabel,dk=9, α=0.05 = 2,26 , kita berkeputusan untuk menolak hipotesa nol
h.    Kesimpulan : ada perbedaan kadar glukosa darah mahasiswa sebelum dan  sesudah sarapan pagi

No.5 halaman 15

a.       Asumsi : Data yang diuji adalah berpasangan (paired) yang diambil secara random dan  distribusinya normal, masing-masing subjek independen dan varians nya di duga tidak berbeda b.  Hipotesa: Ho : µ1= µ2 dan Ha: µ1= µ
c.     Uji statistik adalah uji t-berpasangan (paired t-test)
d.   Distribusi uji statistik: bila Ho diterima maka uji statistik dilakukan dengan derajat kebebasan = n-1;

Komentar